Pages

Thursday, 19 February 2015

TIPS MEMILIH SAHABAT



Dalam memilih teman, cara-cara yang digunakan oleh setiap remaja mungkin berbeda-beda antara satu dengan yang lain, sesuai dengan minat dan latar belakang si remaja. Dalam memilih teman, diharapkan para remaja mampu untuk menentukan dan mempertimbangkan, mana teman-teman yang baik bagi dirinya, dan mana yang dapat membahayakan dirinya.

Para remaja! masa Anda adalah masa-masa yang sangat menyenangkan, penuh dengan semangat serta gairah. Berharap bahwa Anda tidak akan salah dalam pergaulan, berikut ada 7 tips dalam memilih teman. agar Anda dapat selalu terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain:

1. Sering memberi nasihat

Teman yang baik cenderung lebih sering memberi nasehat kepada Anda. ketika Anda memiliki masalah, biasanya remaja lebih mudah untuk curhat kepada teman baiknya disamping juga kepada orang tuanya. Teman yang baik akan memberi Anda nasehat yang baik pula. Namun, ketika Anda memiliki teman yang menyarankan Anda untuk berbuat sesuatu hal yang negatif, Anda harus berani mengatakan tidak dan sebaiknya Anda tidak lagi berkawan dengannya.

2. Mampu diajak bekerjasama

Pilihlah teman-teman yang dapat diajak untuk bekerjasama. Memiliki rekan-rekan yang mempunyai semangat serta minat yang sama, serta dapat diajak untuk bekerjasama, adalah sebuah keberuntungan. Masalah-masalah yang Anda miliki, akan terasa mudah untuk diselesaikan, jika Anda memiliki rekan-rekan demikian.

3. Menerima apa adanya

Seorang teman yang baik akan menerima Anda apa adanya, bukan ada apanya. Apapun kondisi Anda dan keluarga Anda, seorang teman yang baik tidak akan mempermasalahkan status Anda. Karakter demikian susah-susah gampang untuk dijumpai pada setiap orang. Jadi, jika Anda memiliki rekan yang memiliki karakter demikian, maka Anda patut bersyukur.

4. Setia

Hendaknya Anda menjaga kesetiaan teman Anda dan Anda wajib harus menjaga kepercayaan dirinya terhadap Anda. Ketika Anda memiliki teman yang setia, jangan pernah sesekali memanfaatkan kesetiaannya, hargailah kesetiaan dirinya, siapa tahu suatu hari nanti Anda sangat membutuhkan bantuan darinya.

5. Tidak suka menggunakan kata-kata kasar

Ciri-ciri seorang teman yang baik, adalah dari tutur bahasanya. Kenalilah dengan baik teman-teman Anda dari tutur bahasanya, jika Anda memiliki teman yang sering mengumpat, atau menggunakan kata-kata kotor, sebaiknya Anda menghindar untuk berkawan dengannya, supaya Anda tidak terpengaruh olehnya.

6. Latar belakang keluarga

Tidak semua remaja yang berasal dari latar belakang keluarga yang tidak baik akan tumbuh menjadi orang yang tida baik pula. Namun, umumnya latar belakang keluarga berpengaruh besar dalam perkembangan kepribadian diri seseorang. Kenalilah latar belakang keluarganya, bukan latar belakang ekonominya, ketika Anda memutuskan berkawan dengannya.

7. Jujur

Dimana-mana kejujuran adalah suatu kewajiban, termasuk dalam pertemanan. Kejujuran seseorang tidak dapat dinilai dengan apapun. Oleh karena itu, tidak hanya bagi diri Anda pribadi, seorang teman juga wajib memiliki kejujuran yang baik.


Semoga Anda para remaja, mulai saat ini, Anda akan mereview kembali, siapa saja yang telah menjadi rekan-rekan Anda selama ini. Bukan bermaksud untuk melarang Anda untuk bisa bersahabat dengan setiap orang, tapi kenalilah dengan sebaik mungkin siapa sebenarnya teman-teman Anda saat ini. Dengarkanlah suara hati Anda, jika Anda merasa Anda telah banyak terpengaruh oleh seseorang, jika pengaruh itu positif, Anda harus mempertahankannya atau kalau bisa justru meningkatkannya, tapi kalau pengaruh tersebut negatif dan cenderung mengarahkan Anda untuk melakukan tindakan-tindakan negatif, seperti: mabuk-mabukan, merokok, vandalisme, narkoba, perkelahian, dan sebagainya. Mulai hari ini, Anda harus mampu berkata tidak dan Anda bisa segera meninggalkannya, sebelum Anda terjerumus lebih dalam dan tidak bisa kembali lagi.

Sunday, 8 February 2015

CEK NIP CPNS KATEGORI II (K2)

Cara Cek NIP CPNS K2
ketik : CPNS#NAMA#TGLBLNTHN
tanpa ada spasi
contoh : CPNS#Bayu#12122000
kirimkan ke 087893887999

maka sistem akan memberi balasan sebagai berikut...

Selamat FULAN, NIP anda adalah 19761227201406xxx pada gol. Ruang II/a dengan TMT CPNS. 01-06-2014,#siskaBKN12

Friday, 6 February 2015

NRG KELULUSAN SERTIFIKASI GURU TAHUN 2014 KAMPAR

Bagi guru yang telah mengikuti PLPG tahun 2014 kemarin, dan belum mengetahui NRGnya, silakan cek NRG tersebut di bawah ini




atau Download Disini

Wednesday, 4 February 2015

PANDUAN PENGATURAN JADWAL KELAS MINGGUAN PADAMU NEGERI 2015





Untuk lebih jelasnya silakan download disini

Sunday, 4 January 2015

Aplikasi SKP

Silakan Download untuk Referensi

Tuesday, 23 December 2014

Rizki Itu Dekat !

Kisah seorang sahabat Facebook " Wahyu Hidayat Ar Rasyid" Foto dibawah adalah foto sepasang suami istri yang dengan sengaja saya ambil ketika saya sedang menaiki kereta arah depok > Jakarta kota beberapa minggu lalu.
Sepasang suami istri ini entah siapa namanya,beliau terlihat begitu berantakan dan sedikit kumal.mohon maaf ,bahkan terhirup bau tak sedap dari mereka,baunya bahkan membuat seorang Ibu yang awalnya duduk didekatnya terpaksa harus keluar dari kereta dan muntah sejadi2nya,mungkin karena tidak tahan dengan baunya.
Awalnya saya berfikir bahwa Ibu dan Bapak ini adalah seorang pengemis.Hingga Allah kembali menghentakkan hati saya dengan pembelajaran yang luar biasa pada hari itu.
Kali ini saya tidak akan bercerita mengenai bagaimana kisah cinta pasangan ini, ikatan cinta keduanya,bagaimana mereka bersama mengarungi masa2 tua,dengan kisah2 romantis mereka,menikmati hidup bersama.Bukan kawan,bukan itu yang akan saya ceritakan,hal ini lebih dari itu,jauh lebih indah dari itu.
Sambil menikmati perjalanan ditemani sebungkus kentang goreng menunggu kereta tiba di Jakarta kota.Mataku tak hentinya memandangi sepasang suami istri tersebut.Sebenarnya saya merasa terganggu karena bau yang dibawa kedua orang tua itu sungguh sangat menyengat ,tak dapat saya gambarkan baunya seperti apa,saya hanya dapat memastikan bahwa saat itu kepala saya sangat pusing akibat baunya.
Hingga datang seorang pemuda dengan gaya sangat stylish sambil menggunakan headset duduk tepat disamping bapak yang memakai baju putih.Sesaat ketika melihat pemuda itu perawakannya sangat mirip dengan teman saya di kampus Unhas,entah apa motivasi pemuda itu duduk tepat disamping bapak tersebut sedangkan setiap orang yang berada dalam gerbong kereta menjauhi sepasang suami istri itu karena baunya.
Hingga Mulai terdengar pemuda itu menanyakan beberapa hal kepada bapak tersebut. nama nya siapa pak?,tinggal dmana?,mau kemana?,punya anak berapa?.Saat itu sungguh saya dibuat terkagum dengan perawakan pemuda itu,walaupun terlihat selengean (cuek) namun sungguh ia satu dari beberapa orang hebat yang pernah kemui selama ini.banyak hal yang membuat saya yakin bahwa pemuda itu adalah orang yang nebat,namun tulisan saya Kali ini tidak akan membahas seberapa hebat pemuda itu,kali ini tulisan saya akan fokus menceritakan kisah sepasang suami istri tersebut.
Kereta sebentar lagi tiba distasiun gondangdia,kudengar dari percakapan pemuda dan bapak itu, stasiun gondangdia adalah stasiun tujuan pasangan suami istri itu.
Kulihat pemuda itu memasukkan tangannya kedalam tasnya dan mengambil beberapa uang berwarna merah(100.000 rupiah) dalam jumlah yang sangat banyak,sangat banyak saya tak tahu pastinya.
Dengan nada yang sangat sopan pemuda itu berkata : "pak,saya punya sedikit rejeki buat bapak dan Ibu mungkin bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup bapak dan Ibu beberapa hari kedepan"
Tahukah kawan,apa jawaban bapak itu? Beliau menjawab seperti ini.
"Sungguh agamaku melarangku menjadi seorang pengemis yang menengadahkan tangan menunggu bantuan uang dari situan kaya raya,kuyakin tuhanku maha kaya,sangat kaya.Saya tahu niat ananda adalah untuk membantu kami,dan sungguh saya yakin bahwa Allahlah yang telah mengirimmu kepada kami,namun mohon maaf nak saya tak bisa menerima itu,saya tak ingin sebuah kisah dari perjalanan perjuangan hidup kami mencari rezeki, terdapat sebuah kisah bahwa kami menerima uang dari orang lain dikarenakan kasihan dengan kondisi kami. Saya yakin nak ,sebentar lagi Allah akan memberikan rezeki bagi kami dengan cara yang lebih baik dari ini ,iya saya yakin sebentar lagi nak,sebentar lagi.
Kemudian bapak itupun melangkahkan kakinya turun ke stasiun gondangdia bersama istrinya.
Semoga Allah memaafkan prasangka saya yang menganggap bapak dan Ibu itu adalah seorang pengemis.sungguh mereka sebenar benarnya hamba Allah yang bertebaran dimuka bumi dan mencari rezeki Allah layaknya seorang pahlawan.
Pengalaman ini sontak menambah keyakinan saya bahwa rezeki Allah sungguh sangat dekat kawan,ya sebentar lagi,sebentar lagi.itu pesan si bapak tua.
Terima kasih banyak..

Sunday, 30 November 2014

Aplikasi KTA Pramuka

Mendapat tender pembuatan kartu Pramuka memang sedikit menggiurkan, untuk mempermudah pembuatannya saya coba tanya sama mbah Google, Yap, jumpa dech ...
Setelah mengunjungi alamat web tersebut, hufff kecewa, jika berminat silakan rogoh kocek anda. Ya sich, program aplikasi cukup memakan waktu untuk membuatnya jadi wajar jika si empunya aplikasi minta donasi.
akhirnya gooling lagi, dengan keyword "gratis + full"
Horeeeeeeeee dapat, dengan senang hati aq dowload, filenya berupa rar. Mantap dalam hati

tidak menunggu lama untuk downloadnya, bisnya aq pake speedy dengan daya kecepatan 5MB. heheheee
terus ......
buka file rar .................  muncul file dalam rar lagi (2 buah, 1 installernya, 1 keygen) wuih mantap, tapi ada satu file lagi dengan extensi .txt. Biasa selalu terabaikan tuch .txt, langsung buka file installerya ............. jreng-jreng .............. masukan password !
dalam hati berkata #!#%^#$@%$*&%^*$^&*(%^*%@%@%$@^%

Akhirnya, ya weslah ....

Akhirnya dengan sedikit kecewa, aq rancang sendiri dech kartu tersbut ...

dan hasilnya "AKU JUGA BISA"

bagi rekan-rekan yang berminat silakan lihat tampilannya

aplikasinya saya buat 2 versi,
1 versi dengan print depan - belakang

Depan

Belakang
1 versi lagi model lipat








screenshot program


bagi yang berminat, silakan download di sini
Bagi yang sudah download link di atas dan foto tidak maksimal
silakan download lagi di sini
atau pindahkan cell Foto ke cell A1
#tidak tahu mengapa fotonya jadi kacau ...

Friday, 28 November 2014

VIP-kan Guru-guru Kita!


VIP-kan Guru-guru Kita!

Anis Baswedan


Berapa jumlah guru yang masih hidup?” itu pertanyaan Kaisar Jepang sesudah bom atom dijatuhkan di tanah Jepang.


Kisah itu beredar luas. Bisa jadi itu mitos, tetapi narasi itu punya konteks yang valid: pemimpin ”Negeri Sakura” itu memikirkan pendidikan sebagai soal amat mendasar untuk bangkit, menang, dan kuat. Ia sadar bukan alam yang membuat Jepang menjadi kuat, melainkan kualitas manusianya. Pendidikan jangan pernah dipandang sebagai urusan sektoral. Pendidikan adalah urusan mendasar bangsa yang lintas sektoral. Hari ini 53 persen penduduk bekerja kita hanya tamat SD atau lebih rendah, yang berpendidikan tinggi hanya 9 persen. Pendidikan bukan sekadar bersekolah, melainkan fakta itu gambaran menampar yang membuat kita termenung.
Dari sisi kuantitas, penduduk Indonesia di urutan keempat dunia, tetapi dari segi kualitas di urutan ke-124 dari 187 negara. Bangsa ini telah secara ”terencana” membuat sebagian besar penduduknya dicukupkan untuk berlevel pendidikan rendah. Tak aneh jika kini serba impor karena memang sebagian besar penduduk bekerja kita hanya bisa menghasilkan produk bernilai tambah yang rendah.
Selama bangsa dan para pemimpinnya bicara pendidikan secara sambil lalu, dan selama masalah pendidikan dianggap bukan masalah kepemimpinan nasional, jangan harap masa depan akan bisa kuat, mandiri, dan berwibawa. Kunci kekuatan bangsa itu pada manusianya. Jangan hanya fokus pada infrastruktur penopang kehidupan bangsa. Sesungguhya kualitas infrastruktur kehidupan sebuah bangsa semata-mata cermin kualitas manusianya !
Pendidikan adalah soal interaksi antarmanusia. Interaksi antara pendidik dan peserta didik, antara orangtua dan anak, antara guru dan murid, serta antara lingkungan dan para pembelajar. Guru adalah inti dari proses pendidikan. Guru menjadi kunci utama kualitas pendidikan.
Berhenti memandang soal guru sebagai ”sekadar” soalnya kementerian atau sebatas urusan kepegawaian. Soal guru adalah soal masa depan bangsa. Di ruang kelasnya ada wajah masa depan Indonesia. Gurulah kelompok yang paling awal tahu potret masa depan dan gurulah yang bisa membentuk potret masa depan bangsa Indonesia. Cara sebuah bangsa memperlakukan gurunya adalah cermin cara bangsa memperlakukan masa depannya!
Ya, penyesuaian kurikulum itu penting, tetapi lebih penting dan mendesak adalah menyelesaikan masalah-masalah terkait dengan guru. Guru merupakan ujung tombak. Kurikulum boleh sangat bagus, tetapi bakal mubazir andai disampaikan oleh guru yang diimpit sederetan masalah. Tanpa penyelesaian masalah-masalah seputar guru, kurikulum nyaris tak ada artinya.
Guru juga manusia biasa, dengan plus-minus sebagai manusia, guru tetap kunci utama. Seorang murid menyukai pelajaran bukan sekadar karena buku atau kurikulumnya, melainkan karena gurunya. Guru yang menyebalkan membuat murid menjauhi pelajarannya, guru yang menyenangkan dan inspiratif membuat murid mencintai pelajarannya.
Kita pasti punya banyak guru yang dulu mengajar. Ada yang masih diingat dan ada yang terlupakan. Artinya, setiap guru punya pilihan, mau jadi pendidik yang dikenang karena inspirasinya atau menjadi pendidik yang terlupakan atau malah diingat karena perilakunya negatif. Guru harus sadar diri. Ia pegang peran besar, mendasar, dan jangka panjang sifatnya. Jika seseorang tak mau menjadi pendidik yang baik, lebih baik berhenti menjadi guru. Terlalu mahal konsekuensi negatifnya bagi masa depan anak dan masa depan bangsa. Ini statement keras, tetapi para pendidik dan pengelola pendidikan harus sadar soal ini. Kepada para guru yang mendidik dengan hati dan sepenuh hati, bangsa ini berutang budi amat besar.
Tiga persoalan besar
Paling tidak ada tiga persoalan besar mengenai guru kita. Pertama, distribusi penempatan guru tidak merata. Di satu tempat kelebihan, di tempat lain serba kekurangan. Kekurangan guru juga terjadi di kota dan di desa yang dekat kota. Ini harus dibereskan. Kedua, kualitas guru yang juga tidak merata. Kita harus mencurahkan perhatian total untuk meningkatkan kualitas guru. Mudahkan dan berikan akses bagi guru untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan mengajar. Bukan sekadar mendapatkan gelar pascasarjana, melainkan soal guru makin matang dan terbuka luas cakrawalanya.
Ketiga, kesejahteraan guru tak memadai. Dengan sertifikasi guru telah terjadi perbaikan kesejahteraan, tetapi ada konsekuensi administratif yang sering justru merepotkan guru dan perlu dikaji ulang. Selain soal guru honorer, guru bantu yang masih sering diperlakuan secara tak honored (terhormat). Semua guru harus dijamin kesejahteraannya.
Melihat kondisi sebagian besar guru hari ini, kita seharusnya malu. Kita titipkan masa depan anak-anak kepada guru, tetapi kita tak hendak peduli nasib guru-guru itu. Nasib anak-anak kita serahkan kepada guru, tetapi nasib guru amat jarang menjadi perhatian kita, terutama kaum terdidik, yang sudah merasakan manfaat keterdidikan. Bangsa Indonesia harus berubah. Negara dan bangsa ini harus menjamin nasib guru.
Menghormati guru
Mari bangun kesadaran kolosal untuk menghormati-tinggikan guru. Pemerintah harus berperan, tetapi tanggung jawab besar itu juga ada pada diri kita setiap warga negara, apalagi kaum terdidik. Karena itu, VIP-kan guru-guru dalam semua urusan!
Guru pantas mendapat kehormatan karena mereka selama ini menjalankan peran terhormat bagi bangsa. Saya ajukan dua ide sederhana menunjukkan rasa hormat kepada guru: jalur negara dan jalur gerakan masyarakat. Pertama, negara harus memberikan jaminan kesehatan bagi guru dan keluarganya, tanpa kecuali. Kedua, negara menyediakan jaminan pendidikan bagi anak- anak guru. Bangsa ini harus malu jika ada guru yang sudah mengajar 25 tahun, lalu anaknya tak ada ongkos untuk kuliah. Jaminan kesehatan dan pendidikan keluarganya adalah kebutuhan mendasar bagi guru. Kita harus mengambil sikap tegas: amankan nasib guru dan keluarganya sehingga guru bisa dengan tenang mengamankan nasib anak kita.
Di jalur masyarakat, Gerakan Hormat Guru harus dimulai secara kolosal. Misalnya, para pilot dan awak pesawat, gurulah yang menjadikanmu bisa ”terbang”, sambutlah mereka sebagai penumpang VIP di pesawatmu, undang mereka boarding lebih awal. Para dokter dan semua tenaga medis, gurulah yang mengajarimu sehingga bisa berseragam putih, sambutlah mereka sebagai VIP di tempatmu merawat. Pada pemerintah dan dunia usaha di berbagai sektor, semua prestasi yang dikerjakan adalah buah didikan guru di masa lalu, VIP-kan guru, jadikan mereka customer utama, berikan mereka kemudahan, berikan mereka diskon. Bukan hanya besaran kemudahan atau diskon, melainkan ekspresi kepedulian itu yang menjadi bermakna bagi guru.
Dan semua sektor lainnya, ingatlah bahwa guru merupakan modal awal untuk meraih masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera itu dibangun. Di setiap kata dalam pesan pendek (sms) yang ditulis, di sana ada tanda pahala guru. Bangsa ini akan tegak dan disegani saat guru-gurunya terhormat dan dihormati. Bagi anak-anak muda yang kini berbondong-bondong memilih pendidikan guru, ingat tujuan menjadi guru bukan cari tingginya rupiah. Anda pilih jalan mulia, menjadi pendidik. Jangan kemuliaan dikonversi sebatas urusan rupiah, itu cara pintas membuat kemuliaan alami devaluasi. Kesejahteraan Anda sebagai guru memang harus terjamin, tetapi biarkan sorot mata anak didik yang tercerahkan atau cium tangan tanda hormat itu menjadi reward utama yang tak ternilai bagi anda.
Indonesia akan berdiri makin tegak dan kuat dengan kualitas manusia yang mumpuni. Para guru harus sadar dan teguhkan diri sebagai pembentuk masa depan Indonesia. Jadilah guru yang inspiratif, guru yang dicintai semua anak didiknya. Bangsa ini menitipkan anak-anaknya kepada guru, sebaliknya kita sebangsa harus hormati dan lindungi guru dari impitan masalah. Ingat, jadi guru bukanlah pengorbanan, melainkan kehormatan. Guru dapat kehormatan mewakili kita semua untuk melunasi salah satu janji kemerdekaan republik ini: mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadikan kami sebangsa makin bangga dan hormat pada guru!
(Sumber: Kompas.com, tanggal 28 November 2013)

Tuesday, 11 November 2014

Renungan



Saturday, 1 November 2014

Kemana Guru TIK/KKPI akhirnya ?

Galau-galau dan galau, sudah lama guru TIK rasakan semenjak kurikulum 2013 mulai berjalan, mulai diterapkan untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Guru TIK harus banting stir.


Untuk sementara Guru-Guru TIK yang sekolahnya sudah menerapkan kurikulum 2013 meng-ampu mata pelajaran Prakarya. Yang kalau di perhatikan materi-materinya mencangkup tentang "Kerajinan, Budidaya, Rekasaya dan Pengolahan".
Namun, seiring waktu berlalu, akhirnya permen tentang guru TIK sudah di sahkan, yaitu permen 68 Tahun 2014.
Timbul pertanyaan, Kapan permen 68 ini di realisasikan ? Biar guru TIK kembali jalan yang benar, berkreasi dan berinovatif di bidang teknologi.
eeee iya, apa sih isi sebenarnya permen 68 ini ?
Yuk kita simak, isi permen 68 yang mengatur tentang guru TIK. secara garis besarnya sih permen ini memberi tugas kepada guru TIK untuk :

  1. membimbing peserta d i d i k pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencapai standar kompetensi lulusan pendidikan dasar dan menengah.
  2. memfasilitasi sesama g u r u pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam menggunakan TIK untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah; dan
  3. memfasilitasi tenaga kependidikan pada SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat dalam mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Sedangkan kewajiban guru TIK adalah sebagai berikut :
  1. membimbing peserta didik SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran;
  2. memfasilitasi sesama guru SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mencari, mengolah, menyimpan, menyajikan, serta menyebarkan data dan informasi dalam berbagai cara untuk persiapan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran; dan
  3. memfasilitasi tenaga kependidikan SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau yang sederajat untuk mengembangkan sistem manajemen sekolah berbasis TIK.
Mengenai Beban kerja guru TIK melakukan pembimbingan paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per tahun pada 1 (satu) atau lebih satuan pendidikan baik secara klasikal maupun individu.
Adapun rincian kegiatan guru TIK dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut :
  1.  menyusun rancangan pelaksanaan layanan dan bimbingan TIK;
  2. melaksanakan layanan dan bimbingan TIK per tahun;
  3. menyusun alat ukur /lembar kerja program layanan d a n bimbingan TIK;
  4. mengevaluasi proses dan hasil layanan dan bimbingan TIK;
  5. menganalisis hasil layanan dan bimbingan TIK;
  6. melaksanakan tindak lanjut hasil evaluasi dengan memperbaiki layanan dan bimbingan TIK;
  7. menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah dan nasional;
  8. membimbing peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler ;
  9. membimbing guru dalam penggunaan TIK;
  10. membimbing tenaga kependidikan dalam penggunaan TIK;
  11. melaksanakan pengembangan diri ; dan
  12. melaksanakan publikasi ilmiah dan/atau membuat karya inovatif.




Nah lebih detailnya, silakan download filenya di sini ...